Mengenal Busana Tari Tradisional Indonesia

Busana Tari Tradisional Indonesia

Tirta Busana – Busana Tari Tradisional merupakan Busana yang wajib di kenakan pada tubuh penari di saat ingin tampil. Busana merupakan hal yang paling penting karena hal pertama yang pasti di lihat oleh penoton adalah Busana yang di kenakannya. Busana yang indah dan menarik tentu akan memberikan kesan yang bertambah di mata penonton. Kualitas busana tari yang di pakai memiliki dua aspek penilaian.

Dari dua aspek yang pertama yaitu memberikan keindahan dan yang kedua yaitu kenyamanan bagi pemakai. Desain Busana Tari yang indah akan membuat penonton terkesan. Dari kesan pertama yang bagus akan membuat penonton berfikir bahwa Tari ini bagus dan berkualitas. Dan dengan aspek kenyamanan akan membuat penarik bergerak secara leluasa. Sehingga menghasilkan tarian yang indah gemulai dengan bebasnya ia dalam bergerak.

Oleh karena itu terdapat beberapa desainer yang menciptakan Busana Tari dengan memikirkan dua aspek tersebut. Di antaranya yaitu Busana Tari Pendet di mana tari ini berkembang di Bali. Berikut unsur – unsur yang dimiliki Busana Tari ini adalah terdapat kemben. Kemben merupakan kain yang di gunakan sebagai penutup badan dari penari mulai dari dada sampai dengan pinggang.

Terdapat juga tapih yang merupakan kain jarik  dan di kenakan sebagai bawahan untuk para penari. Dan terdapat juga selendang yaitu berupa kain yang kemudian di lilitkan pada tubuh dari penari. Nama sebutan lain dari selendang adalah kacrik Prade yang biasanya memiliki warna yang dominan merah atau kuning. Ada juga Busana Tari Tradisional Remo.

Berikut Beberapa Macam Busana Tari Tradisional

Tarian Remo merupakan Tari yang berkembang pada masyarakat Jawa timur. Tari ini pada awalnya biasanya di mainkan di Permainan Domino Qiu Qiu sebagai awal dari pembuka kesenian ludruk. Dan di mainkan  ketika akan menyambut tamu – tamu istimewah dalam acara resmi. Ciri khas dari Busana Tari ini yaitu terdapat dua gaya yang terdiri dari gaya surabayan dan gaya sawwunggaling.

Ciri – ciri dari gaya surabayan yaitu Busana di desain tanpa kancing dengan warna hitam dan memiliki khiasan yang berwarna emas. Celana panjang yang di kenakan panjangnya yaitu bisa sampai betis dari penari. Dan biasanya terdapat stagen dengan hiasan keris yang di selipkan di punggung penari. Dan ciri yang terakhir yaitu mengenakan ikat kepala berwarna merah dan di lengkapi juga dengan gelang kaki berbantul.

Ciri -Ciri Busana Tari Daerah

Sedangkan ciri-ciri dari gaya sawunggaling yaitu hanya terletak pada Busana yang berwarna putih dengan ciri khas kerajaan. Ada juga Busana Tari Remo dengan ciri khas Gaya Malangan yaitu dengan menggunakan celana panjang hingga sampai mata kaki penari. Dan ciri khas dengan Gaya Jombangan yaitu dengan tambahan rompi seperti yang di gunakan oleh tentara kerajaan pada zaman dahulu.

Berikut Busana Tari Remo Putri terbagi menjadi dua jenis yang petama dengan menggunakan baju mekak hitam dan rapak. Dan untuk hiasan kepala penari yang biasanya juga mengenakan sanggul. Dan gaya lainnya yaitu dengan menggunakan tambahan rompi. Dan menggunakan penutup kepala khas seperti busana tari pada laki-laki.

Terdapat juga Busana Tari Tradisional Cikeruh yaitu tari pergaulan yang ada pada lingkungan masyarakat pendukungnya. Terdapat dua jenis Busana yang berbeda yaitu untuk penari perempuan dan untuk penari laki-laki. Busana Tari untuk perempuan yaitu kaju kurung dengan konsep kebaya. Serta menggunakan kain batik yang menutupi pinggang hingga lutut. Dan menggunakan ikat pinggang, hiasan di kepala berupa sanggul hingga selendng yang di sampirkan di bahu penari.

Busana Tari Sesuai Gender

Sedangkan Busana yang di kenakan untuk Penari laki-laki yaitu kaos dalam berwarna hitam. Dan menggunakan kaus luaran dengan lengan panjang, dan berwarna sama dengan celana yang di pakai. Celana yang di gunakan panjang hingga mata kaki serta menggunakan ikat pinggang berupa kain. Ikat pinggang akan di lilitkan yang panjangnya hingga lutut penari. dan yang terakhir yaitu menggunakan ikat kepala khas sunda.

Ada juga Busana Tari Tradisional Gambyong yaitu tari yang berasal dari jawa tengah. Busana Tari Gembyong ini terdiri dari mekak yang di pakai untuk menutupi dada hingga pinggang penari. Serta menggunakan kain batik yang memiliki panjang dan di lilitkan sampai mata kaki. Di lengkapi juga dengan sabuk sebagai pengencang dari kain batik yang di lilitkan di pinggang. Dan perhiasan lainnya seperti gelang, kalung dll, dan di bagian kepala menggunakan sanggul.

Selanjutnya yaitu Busana Tari Tradisional Gandrung yaitu tarian khas yang berasal dari kota Banyuwangi. Berikut Busana yang di kenakan terdiri dari Busana yang di kenakan berbahan belundru berwarna hitam. Dilengkapi juga dengan manik-manik dan hiasan ornamen kuning emas yang mengkilat. Di kedua lengan di hiasi dengan kelat bahu dan mengenakan ikat pinggang. Pada bagian kepala di hias dengan omprok seperti halnya mahkota dan terdapat bunga yaitu cundhuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *